Ini Dia 3 Teknik Seo Jadul Yang Musti Segera Ditinggalkan

Setiap pengelola website dijamin berupaya untuk memastikan website tersebut masuk ke 10 besar hasil pencarian mesin pencari, seperti Google. Jika masuk ke 10 besar maka masuk ke posisi strategis yang bisa dilihat dan dijangkau pengguna internet. Efeknya tentu positif untuk bisnis yang dimuat dan dijelaskan di website tersebut.

Proses untuk bisa masuk ke 10 besar ini tidak mudah, meski lebih ideal dikelola secara natural. Namun berkat teknik SEO atau teknik search engine optimize maka bisa dibuat lebih mudah dan lebih cepat. Teknik yang diterapkan pun beragam dan uniknya terus mengalami perkembangan dan perubahan.

Teknik SEO Jadul yang Harus Ditinggalkan

Pelajar Ingin Belajar Bisnis, Ini 5 Rekomendasi Bisnis Modal Kecil yang Pas

Melihat fakta bahwa teknik penerapan SEO ini terus berubah, maka mau tidak mau pengelola website juga perlu mengikuti perubahan tersebut. Tidak sedikit teknik yang tadinya dikatakan paling efektif mendongkrak rating website. Malah seketika diketahui sebagai teknik jadul atau ketinggalan zaman yang musti buru-buru diupgrade.

Lantas, apa saja teknik yang masuk kategori jadul tersebut? Ternyata tidak sedikit dan wajib diketahui satu per satu kemudian ditinggalkan. Sehingga bisa memastikan peringkat website yang dikelola bisa merangkak naik. Berikut teknik jadul yang dimaksudkan:

1. Penempatan keyword secara asal

Berbicara mengenai teknik atau strategi SEO maka tidak bisa dilepaskan dari yang namanya keyword alias kata kunci. Kata kunci ini pada dasarnya merupakan kata atau kalimat pendek yang diketik pengguna internet di kolom pencarian mesin pencari. Penempatan kata kunci dilakukan untuk membantu website dikenal mesin pencari dan direkomendasikan pada pencarinya.

Dulunya penambahan kata kunci sebanyak mungkin dan asal-asalan tanpa mempedulikan struktur kalimat masih relevan. Namun lain dulu lain pula dengan sekarang, mesin pencari terutama Google sudah bisa mendeteksi mana konten yang berkualitas dan mana yang dibuat asal. Jadi ubah teknik SEO satu ini dengan menanamkan kata kunci secara natural, enak dibaca dan mudah dipahami saat masuk ke kalimat.

2. Memberi anchor text secara berlebihan

Kebanyakan konten yang dimuat di sebuah website akan memanfaatkan fitur anchor text yang diarahkan ke link internal. Dulunya konten dengan anchor text sangat banyak akan sukses dideteksi mesin pencari sebagai konten kaya informasi.

Namun, bagaimana dengan sekarang? Oleh mesin pencari teknik ini malah dianggap spam dan mengganggu. Jadi, jika masih diterapkan otomatis bukan masuk 10 besar namun malah tidak direkomendasikan sama sekali oleh mesin pencari.

3. Mengangkat topik yang disukai pembaca

Dulu pengguna teknik SEO akan membahas atau mengangkat topik yang disukai atau banyak dicari oleh pengguna internet. Tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah pengunjung website sehingga dianggap website kredibel oleh mesin pencari. Sayangnya teknik ini kemudian tergusur oleh teknik branding, yakni dengan mengusung konten sesuai produk atau jasa pbn berkualitas yang ditawarkan ke publik.

Pasalnya, dengan mengusung topik sesuai kebutuhan pengguna internet memang efektif meningkatkan jumlah pengunjung. Hanya saja tidak efektif untuk branding karena unsur branding di dalam konten biasanya disebutkan di  bagian akhir. Oleh pembaca justru dianggap tidak penting dan diabaikan, sehingga teknik brandingnya gagal total.

Tidak semua strategi SEO yang dulunya sangat efektif akan tetap efektif hingga detik ini, terbukti dari algoritma mesin pencari yang terus berubah. Bahkan cenderung lebih manusiawi dan karakter mesinnya mulai hilang sedikit demi sedikit. Maka penting untuk beralih ke teknik SEO yang sudah disesuaikan dengan perubahan algoritma mesin pencari terbaru, sehingga lebih efektif.